Langsung ke konten utama

Cara Membuat Video AI Hug yang Viral dengan Vidu AI Studio Gratis

 Membuat video AI yang viral dengan menggunakan Vidu AI Studio bisa menjadi cara menarik untuk menarik perhatian di media sosial. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk membuat video AI Hug dengan menggunakan Vidu AI Studio secara gratis:  1. Mendaftar atau Masuk ke Vidu AI Studio    - Kunjungi situs resmi [Vidu AI Studio](https://vidu.ai) dan buat akun jika belum memiliki. Kamu bisa mendaftar menggunakan email atau akun media sosial.    - Setelah mendaftar, masuk ke akun kamu.  2. Pilih Template Video    - Setelah masuk, pilih template video yang sesuai dengan konsep "AI Hug" yang ingin kamu buat. Biasanya, Vidu AI Studio menyediakan berbagai template yang dapat disesuaikan dengan tema atau suasana hati tertentu.    - Cari template yang paling mendekati atau yang paling mudah disesuaikan untuk membuat video pelukan (hug).  3. Sesuaikan Template**    - Masukkan elemen-elemen seperti teks, gambar, a...

Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib adalah anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Abu Thalib bin Abdul Muththalib dan Fatimah binti Asad. Ia dilahirkan di Mekah, tepatnya di Ka'bah (jum'at 13 Rajab 600 M). Ketika lahir ibunya memberi nama Haidarah, atau Haidar yang berarti singa, seperti nama ayahnya, Asad, juga berarti singa.

Tetapi Abu Talib memberi nama Ali yang berarti luhur, tinggi, dan agung, nama yang kemudian lebih dikenal, nama yang memang sesuai dengan sifat-sifatnya. Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama dari kalangan Quraisy yang lahir dari ibu-bapa yang sama-sama dari keturunan Bani Hasyim. Sebelum itu keluarga Bani Hasyim selalu bersemenda dengan keluarga lain di luar mereka. Kuniah-nya adalah Abu Hasan, ia digelari Abu Turab dan Karramallahu Wajha. Ia adalah sepupu Nabi Muhammad saw sekaligus menantu Nabi, Ali bin abi Thalib menikah dengan Fatimah, putri Rasulullah saw dengan Khadijah. Ali bertunangan dengan Fatimah sebelum Perang Badar tetapi pernikahan mereka dilangsungkan kira-kira tiga bulan selepas itu. Ketika itu Ali berusia 21 tahun dan Fatimah berusia 15 tahun.

Ali bin Abi Thalib lahir pada saat Nabi Muhammad saw berusia dua puluh sembilan tahun dan sudah menikah dengan Khadijah selama empat tahun. Menurut suatu riwayat, Ibu Ali bin Abi Thalib masih terus melakukan thawaf (mengelilingi Ka'bah) ketika rasa sakit menjelang kelahirannya mulai dirasakan sehingga terpaksa melahirkan dibawah naungan Ka'bah. Riwayat lain menyebutkan bahwa Ali tidak dapat membuka matanya sampai ia dibaringkan dipangkuan sepupunya, Muhammad. Sehingga wajah Muhammad menjadi wajah yang pertama yang dia lihat. Sejak lahir, begitu membuka mata ia sudah bergaul dengan Muhammad yang diasuh oleh ayahnya, setelah Muhammad menikah dengan khadijah, Ali pun dipelihara oleh nabi Muhammad saw, hampir dalam semua kegiatan ia bersama dengan Nabi Muhammad saw. Ia yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak.

Sejak usia belia, Ali bin Abi Thalib sudah menghayati indahnya kehidupan di bawah naungan wahyu Illahi, Ketika Ali menginjak usia 6 tahun, Mekah dan sekitarnya dilanda paceklik hebat. Sebagai akibatnya, kebutuhan pangan sehari-hari sulit diperoleh. Bagi mereka yang berkeluarga besar dan ekonomi lemah, seperti keluarga Abu Thalib, pukulan paceklik terasa parah sekali. Pada masa paceklik ini, Nabi Muhammad saw telah berumah tangga dengan Khadijah binti Khuwalid Beliau tak dapat melupakan budi pamannya yang telah memelihara dan mengasuh beliau sejak kecil hingga dewasa. Bertahun-tahun beliau hidup di tengah-tengah keluarga Abu Thalib, mengikuti suka-dukanya dan mengetahui sendiri bagaimana keadaan penghidupannya. Dalam suasana paceklik ini, Nabi Muhammad saw menyadari betapa beratnya beban yang dipikul pamannya, Abu Thalib, yang sudah lanjut usia. Hatinya terketuk dan segera mengambil langkah untuk meringankan beban pamannya.

Nabi Muhammad saw mengetahui, bahwa Abbas bin Abdul Mutthalib, juga paman beliau, adalah seorang terkaya di kalangan Bani Hasyim. Dibanding dengan saudara-saudaranya, Abbas mempunyai kemampuan ekonomi yang lebih baik. Dengan tujuan untuk meringankan beban Abu Thalib, beliau temui Abbas bin Abdul Mutthalib. Kepada pamannya itu beliau kemukakan betapa berat derita yang ditanggung Abu Thalib sebagai akibat paceklik. Abbas bin Abdul Mutthalib menyambut baik saran Nabi Muhammad saw Setetah melalui perundingan dengan Abu Thalib, akhirnya terdapat kesepakatan: Ja'far bin Abi Thalib diserahkan kepada Abbas, sedang Ali bin Abi Thalib diasuh oleh Nabi Muhammad saw Sejak itu Ali diasuh oleh Nabi Muhammad saw dan isteri beliau, Khadijah binti Khuwailid sampai tiba saat kematangannya untuk menghadapi kehidupan sebagai orang dewasa. Selama masa itu beliau mengikuti perkembangan yang dialami Rasul Allah saw dalam kehidupannya.

Ali bin Abi Thalib dikenal pemberani, sewaktu Nabi saw mau meninggalkan rumah pada malam peristiwa hijrah ke Madinah, Nabi saw berpesan kepada Ali supaya tidur di perbaringannya. Ali dengan tenang menerima arahan Nabi saw dan tidur dengan nyenyaknya sehingga orang-orang kafir Mekah menyerbu masuk ke rumah Nabi saw dan menyergap Ali yang disangka Nabi saw itu. Demikian pula peranannya dalam peran badar bersama Nabi dan para sahabat, perang uhud, perang parit dan tempat-tempat lainnya. Dalam perang khandak misalnya, tak ada yang berani menyambut tantangan duel Amr bin Abdul Wudd selain Ali. Ali maju dan duel pun terjadi dan dalam waktu tak seberapa lama Ali berhasil memisahkan kepala jago tanding Quraisy itu dari badannya.

Selain pemberani, Ali bin abi Thalib juga dikenal dengan akhlaknya yang sangat terpuji, ia rendah hati, lapang dada, tidak pendendam, selalu memelihara silaturahmi. Ia seorang yang zuhud serta wara'. Beliau adalah orang yang sarat dengan ilmu, tempat para sahabat terkemuka bertanya dalam masalah hukum-hukum-hukum agama yang musykil atau tentang makna sebuah ayat dalam al-Quran atau tafsirnya.

Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai orang alim dan cerdas, ketika Abu Bakar menjadi khalifah, dia tidak dalam musyawarah penting. Demikian pula halnya ketika Umar bin Khaththab menjadi Khalifah yang kedua, dia tetap memperoleh kemuliaan dan penghormatan dari Umar bin Khaththab sebagaimana semasa pemerintahan Abu Bakar, Walaupun diketahui bahwa Umar bin Khaththab terkenal sebagai sahabat yang sangat ahli dan bijak dalam bidang hukum, namun baginda sering minta bantuan kepada Ali bin Abi Thalib di dalam menyelesaikan beberapa hal yang sulit bahkan dalam riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khaththab tidak suka merundingkan soal-soal yang sulit tanpa dihadiri oleh Ali Bin Abu Talib.

Ali bin Abi Thalib dan Orang Nasrani

Pada suatu ketika, Ali bin Abi Thalib berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah dengan tergesa-gesa. Di tengah jalan ia bertemu dengan orang tua yang sedang berjalan di depannya dengan pelan dan berada di pinggir jalan. Ali yang tergesa-gesa ingin shalat berjamaah tidak mendahului orang tua tersebut dan tetap berjalan dibelakangnya. Ali merasa ta'zim (menghormati) orang tua tersebut karena umurnya yang sudah tua.

Ali tetap berjalan di belakang orang tua tersebut sampai dekat terbitnya matahari. Pada saat dekat masjid, orang tua tersbut tidak memasuki masjid. Ali bertanya-tanya, mengapa orang tua tersebut tidak memasuki masjid. Akhirnya setelah Ali mengetahui bahwa orang tua tersebut adalah orang Nashrani.

Setelah itu, Ali langsung masuk ke dalam masjid dan melihat Rasulullah SAW masih dalam keadaan ruku'. Rasulullah memanjangkan ruku' hampir sama dengan ukuran dua ruku'. Hal tersebut beliau lakukan agar Ali sempat untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Maka pada saat selesai shalat, Ali bertanya kepada Rasulullah. "Hai Rasulullah, mengapa engkau memanjangkan ruku' dalam shalat ini tidak seperti yang biasa engkau kerjakan?" Rasulullah menjawab: "Ketika aku dalam keadaan ruku' dan membaca subhana rabbial azimi, aku ingin mengangkat kepalaku. Tiba-tiba malaikat Jibril datang dan meletakkan sayapnya di punggungku serta menahanku agar ruku' lebih lama.

Ketika Jibril mengangkat sayapnya, aku angkat kepalaku dan berkata. "Mengapa engkau berbuat seperti ini wahai Jibril?". Kemudian Jibril menjawab, "Ya Muhammad, sesungguhnya Ali berangkat tergesa-gesa untuk berjamaah, namun di tengah jalan ia bertemu orang nashrani yang sudah tua. Dan Ali tidak mengetahui bahwasanya orang tua tersebut adalah orang Nashrani. Ali memuliakan dan menghormatinya karena orang tersebut sudah tua. Ali tidak mendahulinya dan menjaga haknya. Hak menghormati orang tua. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kepadaku agar menahanmu pada saat ruku' agar Ali sempat untuk shalat subuh berjamaah. Allah juga memerintahkan kepada malaikat Mikail AS untuk menahan matahari dengan sayapnya agar tidak terbit. "Derajat ini Allah berikan kepada Ali, karena ia telah menghormati orang yang sudah tua renta dan beragama Nashrani".



Kisah Ali bin Abi Thalib Dengan Sepuluh Orang Khawarij
Kaum Khawarij pernah mendengar hadis dari Rasulluah yang mengatakan bahwa "Aku adalah kota ilmu, dan Ali adalah pintunya". Mendengar hadis tersebut, kaum Khawarij ingin menguji Ali dengan beberapa pertanyaan, apa Ali memang benar-benar pintar atau tidak. Kemudian dikumpulkanlah sepuluh golangan dari kaum Khawarij dan diutuslah para pembesar dari sepuluh golongan tersbut. Setiap pembesar akan menanyakan satu pertanyaan yang sama. Kalau semua pertanyaan itu dijawab dengan jawaban yang berbeda, maka Ali memang benar-benar pintar dan alim.

Orang pertama: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan dari Qorun, Fir'aun dan lainnya". Setelah mendapat jawabannya orang tersbut pergi.

Orang kedua: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Kalau Ilmu, ia yang akan menjaga kita, sedangkan harta kita yang menjaganya". Pulanglah penanya yang kedua dengan jawaban yang berbeda.

Orang ketiga: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Orang yang banyak harta akan mendapat musuh yang banyak, sedangkan orang yang banyak ilmu, akan mendapat teman yang banyak".

Orang keempat: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Apabila harta digunakan, maka akan berkurang. Tapi kalau ilmu digunakan dan diamalkan akan bertambah".

Orang kelima: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Orang yang memiliki harta akan mendapat panggilan bakhil, sedangkan orang yang memiliki ilmu akan mendapat panggilan mulia".

Orang keenam: ""Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Hara dijaga agar tidak diambil pencuri, tetapi ilmu tidak dijaga dari pencuri".

Orang ketujuh: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Harta akan dipertanggungjawabkan pada hari kiamat, sedangkan ilmu membawa syafaat pada hari kiamat".

Orang kedelapan: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Harta akan lenyap ketika habis masanya, sedangkan ilmu tidak akan lenyap".

Orang kesembilan: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Harta membuat keras hati, sedangkan ilmu menerangi hati".

Orang kesepuluh: "Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau Harta? Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta". Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: "Orang yang memiliki harta menghambakan diri kepada harta, tetapi orang yang memiliki ilmu adalah orang yang menghambakan diri kepada Allah".Berapa pertanyaan pun yang kalian tanyakan kepadaku kata Ali, akan aku jawab dengan jawaban yang berbeda. Karena ilmu itu hidup, tidak pernah mati dan selalu berkembang. Akhirnya, para pembesar Khawarij yang sepuluh orang itu masuk Islam semuanya.
posted from Bloggeroid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Bijak Sayidina Umar bin Khattab 2

Waspadalah terhadap waktu luang karena ia lebih banyak membuka pintu maksiat daripada syukur. Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian. Kata Mutiara  Ibnu Mas’ud Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. Kata Mutiara  (HR. Bukhari) "Berangkat pada pagi hari atau sore hari di jalan Allah (berjihad) adalah lebih baik dari dunia dan semua isinya." 96. Allah azza wajalla berfirman: "Aku dalam sangkaan hamba Ku kepada Ku dan Aku bersamanya jika ia mengingat Ku. Maka, jika ia mengingat Ku pada dirinya, Aku akan mengingatnya pada diri Ku. Dan jika ia mendekat pada Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat padanya sehasta, dan jika ia mendekat pada Ku sehasta, maka Aku akan mendekat padanya padanya sedep...

KATA RAYUAN MENYEBALKAN

Jika kau harus berpisah dengannya itu bukan kesalahanmu Tetapi adalah kesalahan jika kau terus bersamanya Karena ternyata kalian hanya saling menyakiti === Janganlah menangisi cinta yang telah berlalu Tapi tersenyumlah karena begitu banyak cinta yang menunggu Cukup buka hatimu terhadap cinta yang baru === Ada yang bilang jatuh cinta itu indah tetapi yang namanya jatuh tetap sakit Tapi jauh lebih sakit jika tak pernah jatuh cinta Jadi bangkitlah, karena ada cinta baru untukmu === Jikalau cinta yang ada padamu ingin pergi relakanlah dia pergi Daripada dia tak bahagia denganmu Dan pastinya kebahagiaanmu bukanlah bersama dia melainkah bersama cinta yang setia padamu === Jangan biarkan dirimu terpuruk karena patah hati Tetapi bersemangatlah karena mending berpisah sekarang Daripada nanti saat semua telah disahkan Percayalah begitu banyak cinta untukmu Jangan tutup dirimu. === Memang sungguh tak enak jika kisah ini harus berakhir Namun jauh lebih menyakitkan jika terus bersama Karena memang ...