Langsung ke konten utama

Cara Membuat Video AI Hug yang Viral dengan Vidu AI Studio Gratis

 Membuat video AI yang viral dengan menggunakan Vidu AI Studio bisa menjadi cara menarik untuk menarik perhatian di media sosial. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk membuat video AI Hug dengan menggunakan Vidu AI Studio secara gratis:  1. Mendaftar atau Masuk ke Vidu AI Studio    - Kunjungi situs resmi [Vidu AI Studio](https://vidu.ai) dan buat akun jika belum memiliki. Kamu bisa mendaftar menggunakan email atau akun media sosial.    - Setelah mendaftar, masuk ke akun kamu.  2. Pilih Template Video    - Setelah masuk, pilih template video yang sesuai dengan konsep "AI Hug" yang ingin kamu buat. Biasanya, Vidu AI Studio menyediakan berbagai template yang dapat disesuaikan dengan tema atau suasana hati tertentu.    - Cari template yang paling mendekati atau yang paling mudah disesuaikan untuk membuat video pelukan (hug).  3. Sesuaikan Template**    - Masukkan elemen-elemen seperti teks, gambar, a...

Umar bin Khaththab

Masuk Islam-nya Umar bin Khaththab
Umar bin Khaththab ra terkenal sebagai orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sering kali pada awalnya (sebelum masuk Islam) kaum muslimin mendapatkan perlakukan kasar darinya. Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik.
Sampailah kemudian suatu hari, beliau berjalan dengan pedang terhunus untuk segera menghabisi Rasulullah SAW. Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-'Adawi seraya bertanya:
"Hendak kemana engkau ya Umar ?","Aku hendak membunuh Muhammad", jawabnya."Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad ?","Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?". Tanya Umar."Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu", kata Abdullah.
Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.
Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya :"Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?","Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja", jawab mereka"Pasti kalian telah murtad", kata Umar dengan geram"Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?", jawab ipar Umar.
Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah:
"Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah"
Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan ber-darah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.
Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca : Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian dia berkomentar: "Ini adalah nama-nama yang indah nan suci". Kemudian beliau terus membaca beberapa ayat Al-Qur'an dan kemudian berkata : "Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad". Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: "Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :"Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khaththab atau Abu Jahal bin Hisyam". Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa".
Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khaththab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul. Hamzah bertanya:"Ada apa ?"."Umar" Jawab mereka."Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri".Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :"Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khaththab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khaththab".Maka berkatalah Umar :"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah.Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.
Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin.
Umar bin Khaththab dengan Pengembala Kambing
Pada zaman pemerintahan Saidina Umar Al-Khaththab, ada seorang pemuda yang bekerja sebagai pengembala kambing. Pemuda tersebut adalah seorang hamba sahaya yang amanah dan jujur. Kedua-dua orang tuanya telah meninggal dunia, dan dia hidup sebatang kara, yatim piatu serta hamba sahaya pula.Setiap hari pemuda tersebut mendaki bukit bakau dan merentasi padang rumput untuk menghalau kambing-kambing milik majikannya dari satu lembah ke satu lembah lain. Dia menjaga kambing-kambing tersebut dengan baik dan amanah seolah-olah kambing kepunyaan sendiri.
Kemudian, suatu hari Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ditemani Abdullah bin Dinar berjalan bersama dari Madinah menuju Makkah. Di tengah perjalanan beliau bertemu dengan anak gembala. Lalu timbul dalam hati Khalifah Umar untuk menguji sejauh mana kejujuran dan keamanahan si anak gembala itu. Khalifah Umar pun mendekati pemuda pengembala itu, seraya berkata: " Sungguh banyak kambing yang kamu pelihara, lagi pula sangat bagus dan gemuk-gemuk semuanya. Oleh karena itu kamu juallah kepadaku. Saya menginginkan seekor darinya yang gemuk dan bagus."
Mendengar kata-kata demikian, pengembala tersebut menjawab: "Kambing-kambing ini bukanlah milik saya, tetapi milik majikan saya. Saya hanyalah seorang hamba dan pengembala yang mengambil upah saja."Umar bin Khaththab berkata lagi, 'Katakan saja nanti pada tuanmu, kambing itu dimakan serigala.Anak gembala tersebut diam sejenak, ditatapnya wajah Amirul Mukminin, lalu keluar dari bibirnya perkataan yang menggetarkan hati Khalifah Umar, 'Fa ainallah?' 'Fa ainallah?'(Dimana Allah? Dimana Allah?") anak itu mengulang-ulang. (Kurang lebih maknanya adalah, 'Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu di mana Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa siksa Allah itu pasti bagi para pendusta?)
Umar bin Khaththab adalah seorang khalifah, pemimpin umat yang sangat berwibawa lagi ditakuti, dan tak pernah gentar menghadapi musuh. Akan tetapi, menghadapi anak gembala itu beliau gemetar, kagum, sekaligus bahagia memiliki rakyat yang taat kepada Allah SWT.Seketika, Umar bin Khaththab pun menangis dan mendekap anak itu. Kemudian beliau minta ditunjukan rumah majikannya. Tak lama, Umar bin Khaththab membeli anak gembala itu dan kambing-kambingnya dari majikannya. Lalu, ia memerdekakan anak gembala itu dan menghadiahkan seluruh kambing itu sebagai balasan atas sifat amanah dan keimanannya

Umar bin Khaththab dan Seekor Burung
Pada saat Umar bin Khaththab berjalan santai di pinggiran kota Madinah, ia melihat seorang anak kecil yang menggenggam seekor burung di tangannya. Anak kecil itu memainkan burung tersebut tanpa rasa kasihan. Dan burung itu terlihat tersiksa dan teraniaya akibat dimainkan oleh anak kecil tersebut.Melihat apa yang telah dilakukan oleh anak kecil tersebut terhadap burung itu, Umar merasa kasihan dengan burung tersebut. Umar tidak mampu melihat burung itu tersiksa. Sehingga kemudian Umar membeli burung tersebut dari anak kecil itu dan melepaskannya. Terlepaslah burung itu dalam alam yang bebas.
Begitu mulianya sifat Umar bin Khaththab, ia tidak hanya menyangi manusia, tetapi juga menyayangi makhluk hidup. Maka ketika Umar wafat, Jumhur Ulama bertemu Umar dalam mimpi. Kemudian para ulama tersebut bertanya kepada Umar. "Wahai Umar, Apa yang telah Allah perbuat kepada engkau?" Umar menjawab, "Sungguh Allah telah mengampuniku".
Kemudian mereka bertanya, "Apakah engkau diampuni Allah karena kebaikanmu, sifat adilmu, atau sifat zuhudmu?" Umar menjawab, "Ketika mereka meletakkanku di dalam kubur, menutupku dengan tanah dan meninggalkanku, maka datang dua orang malaikat yang sangat menakutkan. Seketika itu hilang akalku, serasa lepas tulang-tulangku dari persendiannya dan mereka memegangku, kemudian mendudukkanku. Kemudian kedua malaikat tersebut ingin menanyaiku, namun belum sempat mereka bertanya, aku mendengar suara (panggilan) dari langit, "Tinggalkan oleh kalian (dua malaikat) hambaku dan janganlah kalian menakutinya, karena sesungguhnya Aku menyayangi dan mengampuninya". Aku menyayanginya karena ia menyayangi seekor burung waktu di dunia, dan aku menyayanginya di akhirat sebagai balasan atas kebaikannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPATNYA JAWABAN DOAMU, SECEPAT PERHATIANMU KEPADA SUNNAH RASULULLAH

Ketika sampai pada pembahasan tentang pentingnya menolong agama Allah, ulama menjelaskan bahwa hal tersebut maksudnya adalah mengikuti Al-Qur'an dan menjalankan sunnah Rasulullah. يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ  "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Surat Muhammad: 7) Sehingga penjelasan ayat di atas bisa bermakna, apabila kita senantiasa mengikuti Al-Qur'an dan menjalankan sunnah Rasulullah maka Allah akan senantiasa menolong kita. Dahulu para sahabat diutus oleh Nabi dalam sebuah peperangan. Meski kelihatannya perang tersebut tidak terlalu berat namun para sahabat mengalami kekalahan di hari pertama. Begitu pula pada hari kedua peperangan berlanjut dan mereka masih kalah. Hingga hari ketiga belum ada tanda-tanda kaum muslimin bisa menaklukkan lawan. Para sahabat bermusyawarah, apa gerangan yang membuat mereka kalah seperti in...

Optimal pemanfaatan TIK dalam pembelajaran abad 21

  Halo ibu dan bapak guru hebat peserta pembatik tahun 2024 Selamat datang di modul optimal pemanfaatan TIK dalam pembelajaran abad 21 bersama saya merlianto Duta teknologi tahun 2023 Provinsi Kalimantan Selatan ibu dan bapak guru hebat peserta pembatik 2024 menghadapi tantangan Society 5.0 diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama kualitas para pengajar yaitu guru atau pendidik pendidik diharapkan mampu menguasai beberapa keahlian mampu beradaptasi dengan teknologi yang baru serta tantangan global khususnya dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga terjadi inovasi pembelajaran ibu dan bapak guru hebat modul 4 ini membahas tentang optimalisasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tujuan dari mempelajari modul ini adalah ibu dan bapak guru hebat dapat memahami pendekatanpek dan pengimplementasiannya dalam pembelajaran yang banyak kita temukan di platform Merdeka mengajar Selain itu ibu dan bapak guru juga mampu Menganalisis unsur tipek dari cont...

KATA MUTIARA ISLAM 14

Sudah SEDEKAH ?.. Nikmati berbagai pertolongan Allah yang menakjubkan.. Yang diundang oleh sedekah. Ingin TENANG ?? Jangan bergantung.dan berharap kepada manusia. Cukuplah berharap kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya Sebetulnya kalau kita berani SEDEKAH dengan sesuatu yang amat kita sukai, lillahita'alaa, kita akan terkagum-kagum akan balasanNya Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan shodaqoh (HR At Thabrani) Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh kebajikan meski kelihatannya tidak berharga, yaitu seperti ketika kamu menyambut temanmu dengan menampakkan wajah berseri-seri. (Nabi Muhammad SAW) Mendatangi peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu lalu mempercayainya, maka shalatnya selama 40 malam tidak diterima. (HR. Muslim) Kesulitan sebesar apapun akan terasa wajar bagi jiwa yang melebihkan syukur daripada mengeluh. Karena, bukan kebahagiaan yang menjadikan bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menja...