Ketika sampai pada pembahasan tentang pentingnya menolong agama Allah, ulama menjelaskan bahwa hal tersebut maksudnya adalah mengikuti Al-Qur'an dan menjalankan sunnah Rasulullah.
يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
(Surat Muhammad: 7)
Sehingga penjelasan ayat di atas bisa bermakna, apabila kita senantiasa mengikuti Al-Qur'an dan menjalankan sunnah Rasulullah maka Allah akan senantiasa menolong kita.
Dahulu para sahabat diutus oleh Nabi dalam sebuah peperangan. Meski kelihatannya perang tersebut tidak terlalu berat namun para sahabat mengalami kekalahan di hari pertama.
Begitu pula pada hari kedua peperangan berlanjut dan mereka masih kalah. Hingga hari ketiga belum ada tanda-tanda kaum muslimin bisa menaklukkan lawan. Para sahabat bermusyawarah, apa gerangan yang membuat mereka kalah seperti ini?
Seseorang di antara mereka mengingatkan, bahwa kesibukan berperang membuat mereka meninggalkan bersiwak padahal siwak adalah salah satu sunnah Nabi. Mereka pun tersadar, lantas ramai-ramai mengambil ranting pohon siwak dan mengamalkan kembali sunnah tersebut.
Mata-mata musuh yang memantau dari kejauhan heran karena tidak tahu apa yang sedang dikerjakan para sahabat tersebut. Ia hanya ketakutan karena melihat kaum muslimin mulai menggigit ranting pohon mengira tenaga mereka kembali bangkit.
Pada hari keempat perang kembali dilanjutkan dan kemenangan pun diraih umat Islam. Mengakhiri kisah ini Al-Allamah Al-Habib Salim Asy-Syatiri berwasiat,
فانظر رحمك الله في تأخر الفتح عليهم بسبب تركهم سنة واحدة من سنة سيد المرسلين، و نحن الآن كم ما تركنا من سنن وكم ما أحدثنا من خرافات و نريد النصر هيهات
"Lihatlah bagaimana Allah menunda pertolongan-Nya hanya karena mereka meninggalkan satu saja sunnah Rasulullah, adapun kita saat ini berapa banyak sunnah yang kita abaikan dan maksiat yang kita kerjakan, namun kita berharap pertolongan Allah secepat-cepatnya."
(Kitab Fawaid Syatiriyyah, juz awwal)
Semoga cerita ini menjadi pelajaran pada diri sendiri apabila selama ini kita merasa ada doa yang tak kunjung diijabah, dan impian yang tak kunjung tercapai. Sudahkah kita memiliki perhatian khusus kepada sunnah Rasulullah?
Salam Bertumbuh.
Komentar
Posting Komentar