Langsung ke konten utama

Cara Membuat Video AI Hug yang Viral dengan Vidu AI Studio Gratis

 Membuat video AI yang viral dengan menggunakan Vidu AI Studio bisa menjadi cara menarik untuk menarik perhatian di media sosial. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk membuat video AI Hug dengan menggunakan Vidu AI Studio secara gratis:  1. Mendaftar atau Masuk ke Vidu AI Studio    - Kunjungi situs resmi [Vidu AI Studio](https://vidu.ai) dan buat akun jika belum memiliki. Kamu bisa mendaftar menggunakan email atau akun media sosial.    - Setelah mendaftar, masuk ke akun kamu.  2. Pilih Template Video    - Setelah masuk, pilih template video yang sesuai dengan konsep "AI Hug" yang ingin kamu buat. Biasanya, Vidu AI Studio menyediakan berbagai template yang dapat disesuaikan dengan tema atau suasana hati tertentu.    - Cari template yang paling mendekati atau yang paling mudah disesuaikan untuk membuat video pelukan (hug).  3. Sesuaikan Template**    - Masukkan elemen-elemen seperti teks, gambar, a...

ABU UBAIDAH AMIR

Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin Al Jarrah bin Hilal bin Uhaib bin Dhabbah bin Al Harits bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah. termasuk orang yang pertama masuk Islam, beliau memeluk Islam selang sehari setelah Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq memeluk Islam. Beliau masuk Islam bersama Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Mazun dan Arqam bin Abu al-Arqam, di tangan Abu Bakar as Shiddiq. Sayyidina Abu Bakar yang membawakan mereka menemui Rasulullah saw untuk menyatakan syahadat di hadapan Baginda. Kualitasnya dapat kita ketahui melalui sabda Nabi saw: "Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah."

Abu Ubaidah bin Jarrah lahir di Mekah, di sebuah rumah keluarga suku Quraisy terhormat. Nama lengkapnya adalah Amir bin Abdullah bin Jarrah yang dijuluki dengan nama Abu Ubaidah. Abu Ubaidah adalah seorang yang berperawakan tinggi, kurus, berwibawa, bermuka ceria, rendah diri dan sangat pemalu. Beliau termasuk orang yang berani ketika dalam kesulitan, beliau disenangi oleh semua orang yang melihatnya, siapa yang mengikutinya akan merasa tenang. Wajahnya mudah sekali berkeringat, kedua gigi serinya tanggal, dan tipis rambut jenggotnya. Dia memiliki dua orang anak yang bernama Yazid dan Umair. Kedua anak itu merupakan buah hatinya dengan sang istri yang bernama Hindun bin Jabir. Namun, keduanya telah meninggal dunia sehingga dia tidak lagi memiliki keturunan.

Kehidupan beliau tidak jauh berbeda dengan kebanyakan sahabat lainnya, diisi dengan pengorbanan dan perjuangan menegakkan Agama Islam. Hal itu tampak ketika beliau harus hijrah ke Ethiopia (Habasyi) pada gelombang kedua demi menyelamatkan aqidahnya. Namun kemudian beliau kembali lagi untuk menyertai perjuangan Rasulullah saw.

Abu Ubaidah bin Jarrah juga ikut berperang bersama Rasulullah saw, beliau sangat terkenal dengan kepahlawanan dan pengorbanan, saat perang Badar berkecamuk, Abu Ubaidah bin Jarrah melihat bapaknya berada ditengah kaum musyrikin maka diapun menghindar darinya, namun bapaknya berusaha ingin membunuh anaknya. Maka tidak ada jalan lain untuk menghindar baginya kecuali melawannya, dan bertemulah dua pedang yang saling berbenturan dan pada akhirnya orang tua yang musyrik mati ditangan anaknya yang lebih cinta kepada Allah dan Rasul-Nya daripada orang tuanya hingga turunlah ayat,

"Kamu tidak akan mnedapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridlo terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung." (QS. Al-Mujadilah : 22).

Ketika dalam perang Uhud, pasukan muslimin kucar kacir dan banyak yang lari meninggalkan pertempuran, justeru Abu Ubaidah bin Jarrah berlari untuk mendapati Nabinya tanpa takut sedikit pun terhadap banyaknya lawan dan rintangan. Demi didapati pipi Nabi terluka, yaitu terhujamnya dua rantai besi penutup kepala beliau, segera ia berusaha untuk mencabut rantai tersebut dari pipi Nabi saw.

Abu Ubaidah bin Jarrah mulai mencabut rantai tersebut dengan gigitan giginya. Rantai itu pun akhirnya terlepas dari pipi Rasulullah saw. Namun bersamaan dengan itu pula gigi seri Abu Ubaidah bin Jarrah ikut terlepas dari tempatnya. Abu Ubaidah bin Jarrah tidak jera. Diulanginya sekali lagi untuk mengigit rantai besi satunya yang masih menancap dipipi Rasulullah saw hingga terlepas. Dan kali ini pun harus juga diikuti dengan lepasnya gigi Abu Ubaidah bin Jarrah, sehingga dua gigi seri sahabat ini ompong karenanya. Sungguh, satu keberanian dan pengorbanan yang tak tergambarkan.

Rasulullah saw memberinya gelar "Gagah dan Jujur". Suatu ketika datang sebuah delegasi dari kaum Nasrani menemui Rasulullah saw. Mereka mengatakan, "Ya Abul Qassim! Kirimkanlah bersama kami seorang sahabatmu yang engkau percayai untuk menyelesaikan perkara kebendaan yang sedang kami pertengkarkan, karena kaum muslimin di pandangan kami adalah orang yang disenangi." Rasulullah saw bersabda kepada mereka, "Datanglah ke sini nanti sore, saya akan kirimkan bersama kamu seorang yang gagah dan jujur."

Dalam kaitan ini, Sayyidina Umar bin Khaththab mengatakan, "Saya berangkat ingin shalat Zuhur agak cepat, sama sekali bukan karena ingin ditunjuk sebagai delegasi, tetapi karena memang saya senang pergi shalat cepat-cepat. Setelah Rasulullah selesai mengimami shalat Zuhur bersama kami, beliau melihat ke kiri dan ke kanan. Saya sengaja meninggikan kepala saya agar beliau melihat saya, namun beliau masih terus membalik-balik pandangannya kepada kami. Akhirnya beliau melihat Abu Ubaidah bin Jarrah, lalu beliau memanggilnya sambil bersabda, "Pergilah bersama mereka, selesaikanlah kasus yang menjadi perselisihan diantara mereka dengan adil.' Lalu Abu Ubaidah bin Jarrah pun berangkat bersama mereka."

Gubernur Yang Zuhud

Di masa pemerintahan Abu Bakar As Siddiq sebagi Khalifah, Abu Ubaidah bin Jarrah dipercaya sebagai Ketua Pengawas Perbendaharaan Negara. Abu Bakar As Siddiq kemudian mengangkatnya menjadi Gubernur Syam. Jabatan ini diemban Abu Ubaidah bin Jarrah hingga di masa pemerintahan Umar bin Khaththab. Tak lama kemudian Umar bin Khaththab mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai Panglima Perang menggantikan Khalid bin Walid.

Suatu ketika, ketika di masa pemerintahan Abu Ubaidah bin Jarrah, Syam dikepung musuh. Umar bin Khaththab berkirim surat kepada Abu Ubaidah bin Jarrah. Isinya, "Sesungguhnya tidak akan pernah ada seorang mukmin yang dibiarkan Allah dalam suatu penderitaan melainkan Dia akan melapangkan jalannya, hingga kesulitan akan dibalas-Nya dengan kemudahan."

Surat itu dibalas oleh Abu Ubadah bin Jarrah dengan kalimat, "Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman: Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau, bermewah-mewah, dan saling membanggakan kekayaan dan anak pinak di antaramu, ibarat hujan (menyirami bumi), tumbuh-tumbuhan (menjadi subur menghijau), mengagumkan para petani. Lalu tanaman itu mengering, tampak menguning, kemudian menjadi rapuh dan hancur. Sedang di akhirat kelak, ada azab yang berat (bagi mereka yang menyenangi kemewahan dunia) namun ada pula ampunan dan keridhaan Allah (bagi yang mau bertobat). Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu belaka." (Al-Haddid: 20)

Surat balasan Abu Ubaidah bin Jarrah ini oleh Umar bin Khaththab dibacakan di depan kaum muslimin seusai melaksanakan shalat berjamah. "Wahai penduduk Madinah, sesungguhnya Abu Ubaidah mengharapkan aku dan kalian semua suka berjihad," kata Umar bin Khaththab.

Memang Abu Ubaidah bin Jarrah dikenal orang di zamannya sebagai orang yang zuhud. Umar bin Khaththab pernah berkunjung ke Syam ketika Abu Ubaidah bin Jarrah menjabat sebagai gubernur. "Abu Ubaidah, bolehkah aku datang ke rumahmu?" tanya Umar bin Khaththab. Jawab Abu Ubaidah bin Jarrah, "Untuk apakah kau datang ke rumahku? Sesungguhnya aku takut kau tak kuasa menahan air matamu begitu mengetahui keadaanku nanti."

Namun Umar bin Khaththab memaksa. Akhirnya Abu Ubaidah bin Jarrah mengizinkan Umar bin Khaththab berkunjung ke rumahnya. Sungguh Umar bin Khaththab terkejut. Ia mendapati rumah Sang Gubernur Syam kosong melompong. Tidak ada perabotan sama sekali.

Umar bin Khaththab bertanya, "Hai Abu Ubaidah, di manakah penghidupanmu? Mengapa aku tidak melihat apa-apa selain sepotong kain lusuh dan sebuah piring besar itu, padahal kau seorang gubernur?"

"Adakah kau memiliki makanan?" tanya Umar bin Khaththab lagi. Abu Ubaidah bin Jarrah kemudian berdiri dari duduknya menuju ke sebuah ranjang dan memungut arang yang didalamnya.

Umar bin Khaththab pun meneteskan air mata melihat kondisi gubernurnya seperti itu. Abu Ubaidah bin Jarrah pun berujar, "Wahai Amirul Mukminin, bukankah sudah kukatakan tadi bahwa kau ke sini hanya untuk menangis." Umar berkata, "Ya Abu Ubaidah, banyak sekali diantara kita orang-orang yang tertipu oleh godaan dunia."

Suatu ketika Umar bin Khaththab mengirimi uang kepada Abu Ubaidah bin Jarrah sejumlah empat ribu dinar. Orang yang diutus Umar melaporkan kepadanya, "Abu Ubaidah membagi-bagi kirimanmu." Umar bin Khaththab berujar, "Alhamdulillah, puji syukur kepada-Nya yang telah menjadikan seseorang dalam Islam yang memiliki sifat seperti dia."



Wafatnya Abu Ubaidah Bin Jarrah
Pada tahun 18 Hijriyah, Umar bin Khaththab mengirim bala tentara ke Jordania yang dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah, kemudian tentara tersebut tinggal di "Amwas, Jordan, hingga terjangkit penyakit kusta saat bala tentara tinggal disana. Ketika Umar bin Khaththab mendengar hal demikian, beliau menulis surat kepada Abu Ubaidah bin Jarrah yang isinya ; sungguh saya memiliki sesuatu yang sangat penting dan saya membutuhkanmu, maka segeralah menghadap saya. Setelah Abu Ubaidah membaca surat itu, beliau menyadari bahwa yang diinginkan dari Umar bin Khaththab menyelamatkan nyawanya dari penyakit kusta tersebut, maka baliau mengingatkan Umar bin Khaththab dengan sabda Rasulullah saw : "Penyakit kusta merupakan bagian dari syahadah bagi kaum muslimn." (Muttafaqun "alaih). Lalu beliau menulis surat balasan dan berkata di dalamnya, sesungguhnya saya sudah mengetahui kebutuhanmu, maka saya telah mencari solusi dari kehendakmu itu, sesungguhnya saya seorang prajurit dari pasukan kaum muslimin, saya tidak sudi berpisah dengan mereka. Maka ketika Umar bin Khaththab membaca surat beliau langsung menangis, dan dikatakan kepadanya,"Apakah Abu Ubaidah telah meninggal ?! beliau berkata,"Tidak, tapi seakan-akan dia sudah meninggal." (Al-Hakim)

Kemudian Amirul mu'minin kembali menulis surat untuknya dan memerintahkannya untuk pergi meninggalkan kota "Amwas ke tempat yang disebut Al-Jabiyah, hingga semua pasukan tidak meninggal karenanya, lalu Abu Ubaidahpun mengikuti perintah Amirul mukminin, namun beliau tetap terserang penyakit kusta. Kemudian beliau mewasiatkan kepada Mu'adz bin Jabal untuk memimpin pasukan, dan setelah itu beliau wafat sedang umurnya 58 tahun, beliau dishalatkan oleh Mu'adz bin Jabal, dan dikebumikan di desa Baisan, Syam. Abu Ubaidah meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw sebanyak 14 hadits.
posted from Bloggeroid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPATNYA JAWABAN DOAMU, SECEPAT PERHATIANMU KEPADA SUNNAH RASULULLAH

Ketika sampai pada pembahasan tentang pentingnya menolong agama Allah, ulama menjelaskan bahwa hal tersebut maksudnya adalah mengikuti Al-Qur'an dan menjalankan sunnah Rasulullah. يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ  "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Surat Muhammad: 7) Sehingga penjelasan ayat di atas bisa bermakna, apabila kita senantiasa mengikuti Al-Qur'an dan menjalankan sunnah Rasulullah maka Allah akan senantiasa menolong kita. Dahulu para sahabat diutus oleh Nabi dalam sebuah peperangan. Meski kelihatannya perang tersebut tidak terlalu berat namun para sahabat mengalami kekalahan di hari pertama. Begitu pula pada hari kedua peperangan berlanjut dan mereka masih kalah. Hingga hari ketiga belum ada tanda-tanda kaum muslimin bisa menaklukkan lawan. Para sahabat bermusyawarah, apa gerangan yang membuat mereka kalah seperti in...

Optimal pemanfaatan TIK dalam pembelajaran abad 21

  Halo ibu dan bapak guru hebat peserta pembatik tahun 2024 Selamat datang di modul optimal pemanfaatan TIK dalam pembelajaran abad 21 bersama saya merlianto Duta teknologi tahun 2023 Provinsi Kalimantan Selatan ibu dan bapak guru hebat peserta pembatik 2024 menghadapi tantangan Society 5.0 diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama kualitas para pengajar yaitu guru atau pendidik pendidik diharapkan mampu menguasai beberapa keahlian mampu beradaptasi dengan teknologi yang baru serta tantangan global khususnya dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga terjadi inovasi pembelajaran ibu dan bapak guru hebat modul 4 ini membahas tentang optimalisasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tujuan dari mempelajari modul ini adalah ibu dan bapak guru hebat dapat memahami pendekatanpek dan pengimplementasiannya dalam pembelajaran yang banyak kita temukan di platform Merdeka mengajar Selain itu ibu dan bapak guru juga mampu Menganalisis unsur tipek dari cont...

KATA MUTIARA ISLAM 14

Sudah SEDEKAH ?.. Nikmati berbagai pertolongan Allah yang menakjubkan.. Yang diundang oleh sedekah. Ingin TENANG ?? Jangan bergantung.dan berharap kepada manusia. Cukuplah berharap kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya Sebetulnya kalau kita berani SEDEKAH dengan sesuatu yang amat kita sukai, lillahita'alaa, kita akan terkagum-kagum akan balasanNya Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan shodaqoh (HR At Thabrani) Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh kebajikan meski kelihatannya tidak berharga, yaitu seperti ketika kamu menyambut temanmu dengan menampakkan wajah berseri-seri. (Nabi Muhammad SAW) Mendatangi peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu lalu mempercayainya, maka shalatnya selama 40 malam tidak diterima. (HR. Muslim) Kesulitan sebesar apapun akan terasa wajar bagi jiwa yang melebihkan syukur daripada mengeluh. Karena, bukan kebahagiaan yang menjadikan bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menja...